Skip to main content

Sedikit berfilosofi

Hayyhayy, sekarang sedang disibukkan dengan ujianujian. Huuft—maklum sudah kelas duabelas tentu harus sudah siap dengan segala ujian yang ada.

Tadi pas lagi istirahat, Echa, Rina, Sarah sama aku lagi ngobrolngobrol ngga jelas. Terus tiba-tiba Echa mulai berfilosofi mengenai cinta. #eaa

Soo, mari sedikit berfilosofi mengenai cinta.

Echa bilang, “Cinta itu bagaikain pulpen. Punya tinta yang ngga mudah dihapus, dibutuhin sama banyak orang”. Terus aku nyaut “tapi harus siap-siap juga kalo misalnya cinta kita di ‘betak’ sama orang lain dong cha, sama kayak pulpen yang gampang di ‘betak’ hahahhaaa..”

Kalo kata Rina, (ngomong ke Sarah) “Kalo buat lo sama dia sar, Dia itu bagaikan cincin berharga di sebuah Etalase.” “kok gitu?” Tanya Sarah. “Iya, Lo itu Cuma bisa mengaguminya dari luar, lo ngga bisa nyentuh dia.” “bisa aja sih, kalo gue punya duit, gue tinggal beli itu cincin..” jawab Sarah lagi. “Lo udah punya duitnya blom sekarang? Berarti lo harus pake usaha dulu kan buat dapetin dia..” kata Rina.

Kemudian, Echa bilang lagi “Cinta itu kayak Bendera Merah-Putih, Dia itu digantung, kena panas cahaya matahari, dinginnya hujan tapi tetep berkibar. Terus semua orang-satu Indonesia-, menghormati dia..”

*suara bajaj dari jalanan luar*
Rina: “Cinta itu kayak bajaj.. lanjutin cha,”
Echa: “mmm.. bikin kita yang naikin bergetar? Hahhaa”

Ngga lama, Sarah ikut nyaut juga. Sarah bilang, “Cinta itu kayak UUD ’45. Semua orang nurut dan mentaatinya” *terus seketika kita hening, dan malah ketawa(?)*

Echa: “Cinta itu kayak es krim.. dari awal sampe akhir manis…”
Odin: “terus? Udah? Aah cha, kan yang manis ngga Cuma es krim. Ada coklat ada permen..”
Echa: “kalo gitu, cinta itu kayak es krim, manis. Terus, nge-buat kita meleleh..”
Rina: “meleleh dalam arti apa? Melting gitu karena kita seneng? Atau malah meleleh karena sedih?”

Hahahaa, yaa bisa berarti dua-duanya, tergantung kita di kondisi apa.

~~

Kalo aku, mmm apa ya?
Cinta itu kayak kopi? Kayak saat kita menikmati secangkir kopi pahit? Kita tau kalo kopi itu pahit, tapi ada rasa kenikmatan tersendiri dibalik kepahitan kopi. Sampai-sampai kita terus meminumnya hingga kopi itu habis dan hanya menyisakan ampasnya. Sama kayak cinta, kita ngerasain ‘pahit’-sakitnya- cinta, tapi kita terus menikmatinya, kita terus mencintai dia yang meskipun memberikan rasa pahit terhadap kita. Hingga pada akhirnya, hanya menyisakan kenangan aja. Terus, kita udah tau pahitnya cinta. Tapi ya tetep aja, kita masih ingin merasakan cinta…
Hhahahahahaa udah ah ngga jelas~


Selamat tanggal 9 desember baydewayy{}  

Comments

Popular posts from this blog

MAKALAH TUGAS PANCASILA

KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Makalah Dekrit Presiden 5 Juli 1959”. Tak lupa shalawat dan salam selalu tercurah kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat, dan pengikut – pengikutnya sampai akhir zaman. Makalah ini ditujukan untuk memenuhi nilai mata kuliah Pancasila. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan kelemahannya, baik dalam isi maupun sistematiknya. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna sempurnanya makalah ini.  Penulis berharap makalah ini dapat memberi manfaat bagi penulis dan bagi pembaca pada umumnya.


Jakarta, 4 Oktober 2015.

Penulis

kumpulan Quotes dr novel AI

AI

Penulis: Winna Efendi

Tagline bukunya: "Cinta tak pernah lelah menanti.."

banyak quote yg aku dapet dr nove yg ditulis oleh Winna Efendi.

- "Aku membutuhkan dia, seperti dia membutuhkan ku. kami tidak terpisahkan dan ku kira selamanya akan begini.." - Sei

- "Mereka sama saja. Akhirnya mereka akan marah dan melukai ku. jika itu adalah cinta, aku tidak mau.." - Ai

- "Kemanapun kamu pergi, kesanalah aku akan pergi.." - Ai

- "Jika kau menginginkan sesuatu, kejarlah semampumu.. jangan sampai kau menyesal.." - Ibunya Sei

- "Ya, cinta. kukira konyol jika seorang perempuan mati-matian mencintai seseorang. tapi tidak juga.." - Natsu

- "Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap dibelakangmu. Suatu saat, tiba-tiba cinta menyergapmu, tanpa peringatan.." - Natsu

- "Aku mencintai Ai. Tidak tahu sejak kapan. Mungkin sejak pertama kali dia menggenggam tanganku. Aku tidak tahu mengapa, dan aku tidak tahu bagaimana. Aku hanya me…