Skip to main content

Kisah kasih

Cerita yang bukan hanya sekedar cerita. Namun, di setiap ceritanya menyisakan kenangan yang lucu, manis, dan tak terlupakan.
Sebuah cerita yang mengingatkan bahwa , “Perasaan itu ada pada setiap orang, bahkan anak kecil sekali pun.”

Sebelumnya, ini hanya sebuah cerita berdasarkan pengalaman. Untuk nama yang disebutkan maaf yaa kalo ngga seneng-_- muah:*

Cerita pertama.

Pada saat itu, aku masih kelas SD 3. Setiap pulang sekolah selalu ikut mobil antar-jemput. Teman semobil aku salah satunya adalah Abil. Di sekolah, Abil itu anaknya berani sama belalang, cencorang dan segala macem jenis serangga lainnya. Itu yang aku inget sama ‘abil kecil’ haha.



Sore itu, hujan mengguyur sekolah. Sudah waktunya pulang dan aku harus bergegas ke mobil jemputan. Hujannya deras sekali, langit sangat gelap. Suasananya ngga enak. Kebetulan, pelajaran terakhir saat itu aku nonton di ruang audiovisual deket kantor guru. Jadi aku harus kembali ke kelas mengambil tas. Aku lari menembus hujan untuk mengambil tas lalu berlari lagi ke parkiran menuju mobil jemputan. Di jalan menuju parkiran aku ketemu Abil. Ternyata dia jemput aku untuk bawain payung. Akhirnya aku sama Abil make satu payung itu bareng-bareng dan jalan ke parkiran bareng. Eeh pas lagi jalan masih ada temen-temen aku yang lain kan di ruang audiovisual. Mereka semua keluar dan langsung ngeledekin aku sama Abil nya. “Cieeeeeee berduaaa payungan” “ciee cieeee” sahut mereka kompak. Aku yang ngga suka di ‘ciee cie-in’ langsung lari nembus ujan. Sedangkan Abil, “EMANG KENAPA SIHHH??!!” dia tiba-tiba teriak marah gitu. Dan langsung lari nyusul aku untuk mayungin.

Pas nyampe di mobil, Pak de (yang nyupir) langsung nanya ke abil.

Pak de: itu kenapa auddyne nangis bil?
Abil: tau tuh pak de, tadi di cie-ciein sama temen-temen.
Pak de: Terus kamu ngapain?
Abil: Ya saya teriak marah pak.
Pak de: bagus itu baru yang namanya laki-laki.

Hahahaa. Kalo inget-inget pas itu rasanya lucu aja. Masa Cuma di cie-cie-in langsung nangis. Huhu.


Oiyaa, Abil itu baiikk. Nasi goreng buatan ibunya itu e n a k b a n g e t! aku sama zalna(adikku) yang kalo pulang sekolah suka kelaperan kadang suka nanyain ”bil, masih punya makan nggaa? Hari ini bawa nasi goreng?”. Jadi, setiap dia bawa bekal nasi goreng, dia bawa dua tempat makan. Satu buat dia, satu lagi buat aku. Atau malah kalo dia cuma bawa satu, dia kasih ke aku sama zalna, hahahaa.


Comments

Popular posts from this blog

MAKALAH TUGAS PANCASILA

KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Makalah Dekrit Presiden 5 Juli 1959”. Tak lupa shalawat dan salam selalu tercurah kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat, dan pengikut – pengikutnya sampai akhir zaman. Makalah ini ditujukan untuk memenuhi nilai mata kuliah Pancasila. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan kelemahannya, baik dalam isi maupun sistematiknya. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna sempurnanya makalah ini.  Penulis berharap makalah ini dapat memberi manfaat bagi penulis dan bagi pembaca pada umumnya.


Jakarta, 4 Oktober 2015.

Penulis

kumpulan Quotes dr novel AI

AI

Penulis: Winna Efendi

Tagline bukunya: "Cinta tak pernah lelah menanti.."

banyak quote yg aku dapet dr nove yg ditulis oleh Winna Efendi.

- "Aku membutuhkan dia, seperti dia membutuhkan ku. kami tidak terpisahkan dan ku kira selamanya akan begini.." - Sei

- "Mereka sama saja. Akhirnya mereka akan marah dan melukai ku. jika itu adalah cinta, aku tidak mau.." - Ai

- "Kemanapun kamu pergi, kesanalah aku akan pergi.." - Ai

- "Jika kau menginginkan sesuatu, kejarlah semampumu.. jangan sampai kau menyesal.." - Ibunya Sei

- "Ya, cinta. kukira konyol jika seorang perempuan mati-matian mencintai seseorang. tapi tidak juga.." - Natsu

- "Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap dibelakangmu. Suatu saat, tiba-tiba cinta menyergapmu, tanpa peringatan.." - Natsu

- "Aku mencintai Ai. Tidak tahu sejak kapan. Mungkin sejak pertama kali dia menggenggam tanganku. Aku tidak tahu mengapa, dan aku tidak tahu bagaimana. Aku hanya me…