Skip to main content

Kisah Kasih

Cerita kedua.

Saat itu adalah minggu-minggu terakhir semester satu di kelas SD 4. Minggu terakhir di semester satu ini diisi dengan sebuah kegiatan rutin.  ‘Fun Week’ adalah nama dari kegiatan rutin tersebut. Satu minggu full diisi dengan kegiatan bermain, lomba dan lainnya. Aku dan teman-teman yang lain asik bermain games. Saat sedang istirahat di salah satu saung kecil di lapangan teater terbuka. Ikhsan, athif, dan beberapa anak laki-laki menghampiri aku.


“dyn, nih ada hadiah dari orang.” Kata salah satu diantara mereka sambil memberikan sebuah buku diary. “hah? Dari siapa?” tanya aku. “baca aja suratnya..” jawabnya lagi.
Aku pun membuka hadia nya. Dalam bungkusan hazdiah itu terdapat sebuah buku diary dan pulpennya. Diarynya lucuu{} kemudian aku membaca surat yg ada di hadiah tersebut. Suratnya berisi “pengakuan cinta” halaah hahahaa. Semacam “aku suka kamu.. blablabla..” dan diakhir surat tertera nama pengirimnya. Hazem.

“ohya nad, ini juga ada pulpen buat kamu..” kata salah satu diantara mereka (lagi). Nadia yg duduk disamping aku juga bertanya, “dari siapa?”. Lalu mereka menjawab “dari panji nadd,”.
Aku sama Nadia bingung. Pas itu, aku ngga suka sama Hazem nya. HAHAA. Aku bilang “yaah, aku suka hazemnya pas kelas SD 3. Sekarang aku kan ngga suka..”. Tapi, anak laki-laki langsung ngomong “yaudaah, tulis aja disurat. Bales disuratnya ajaa..”.

Aku bingung. Jadinya aku, nadia dan beberapa temen-temen perempuan lain malah nyamperin Hzem yang lagi main bola di lapangan bola. Aku dan nadia berencana(?) mengembalikan hadiah tersebut kepada si pemberi (hazem dan panji). Pas aku samperin hazemnya. Dia nya sibuk main bola, ngga meratiin kalo aku lagi di situ mau balikin hadiahnya. Temen-temen yang lain ngomong, “zem, auddyne mau balikin hadiahnya tuh”. Hazemnya diem aja. Karena di diemin yaudah aku sama temen-temen perempuan pergi dari situ. Siangnya, ikhsan bilang “kata hazem simpen aja hadiahnya. Buat kamu.”.

Diary itu pun ku jadikan diary “bersama” untuk cewek-cewek kelas 4 stalagmit. Semua temen perempuan kelas 4 stalagmit bebas mau cerita curhat di diary itu. Hahaa xD
Cerita pertama yang aku tulis di diary itu pun tentang kejadian ini. Lalu yang nulis cerita kedua adalah nadia. Dan cerita-cerita lainnya yg ditulis safira, ines, ivy dll.

Ohya, aku dapet cerita. Saat itu teman kelas sebelah, Dini, katanya dia lagi suka sama hazem. Terus katanya dia nangis pas hazem ngasih hadiah ke aku #eaa. Terus ada lagi, temenku yang namanya tasnim dia juga nangis pas saat tau aku dikasih hadiah diary sama hazem. Bukan, bukan karena jeles. Tapi karena,, ternyata dia udah lama pengen beli diary itu eh pas dia mau beli (hadiahnya dibeli di koperasi sekolah) diarynya udah kebeli duluan sama hazemnya. Jadi dia nangis. HAHAHA xD.
Sayangnya, buku diary itu sempet ilang di rumah. Dan baru ketemu lagi pas aku kelas SD 6. Aku bawa diary itu ke sekolah, dan baca bareng temen-temen perempuan sambil ketawa-tawa. Eeehh, anak laki kepo kan. Jadi mereka ngeliatin. Saat tau aku dan temen perempuan lagi baca diary pemberian hazem, mereka langsung ada yg ngerebut gitu. Terus langsung ngasih ke hazem. Sebenernya aku ga ngerti kenapa mereka kayak gitu-_- aku m a l u banget pas hazem baca ceritanya. Wkwkwk. Tapi, ya ya sudah. Sekarang aku udah ngga tau diarynya dimana:| hehe.

Di hari terakhir semester dua kelas SD 4, kami semua berkumpul di masjid sekolah untuk pembagian hadiah. Yang menang lomba kasti, lomba futsal dan berbagai macam jenis lomba lainnya diberikan sebuah award. Aku kalo ngga salah, menang lomba “Takeshi Castle” jadi dapet hadiah juga. Saat menunggu acara selesai, tiba-tiba Dini nyamperin aku. Dia dateng dengan membawa sebuah kotak. Dia memberikan kotak itu pada ku. “apa nih din?” tanya aku. “itu ada hadiah, buat kamu.” Jawab dini. “Aku menang lomba apalagi emang?” tanya aku polos :| “bukan. Bukan hadiah menang lomba. Itu dari Hazem.” Jawab dini lagi. “oh. Makasih..”

Aku. Dapet. Hadiah. Lagi?. Ha? 

Hahahahhahahahhahahahahahahaha………………………………………..

Aku buka hadiah itu pas aku lagi di mobil jemputan. Aku buka, ternyata isinya tempat pensil warna hijau. Gambarnya Mickey mouse dan Minnie mouse.  Sampe rumah aku cerita deh sama mamah. Kata mamah, yaudah simpen aja nanti pas kelas SD 5 dipake.

Tahun ajaran baru dimulai. Aku sudah kelas SD 5. Tempat pensilnya pun aku pake. Katanya safira, sewaktu hazem lagi main ke kelas aku, hazem nanya ke safira, “itu tempat pensil siapa?”. Safira jawab, “punya auddyne.” “oh” sambil senyam-senyum. (kata safira lohhh, aku sih sedang tidak disitu, hahahah).

Pas kelas SD 5 ini, Hazem juga ngasih aku coklat. Pas itu, hari jum’at. Ba’da sholat jum’at ada yang  ngasih aku coklat gitu. “nihhh dyn, buat kamu. Berdua sama nadia ya,”. Coklatnya itu di bungkus dengan kotak bening. Aku lupa bentuknya apa. Ada dua coklat didalam kotak itu.

Aku lupa, siapa yg ngasih tau kalo coklat itu dari hazem. Setau aku sih, yang ngasih coklatnya emang dari hazem. Cuma aku baru ‘ngeh’, berkali-kali hazem ngasih sesuatu, dia ngga pernah ngasih langsung. Pasti selalu lewat perantara. Ntah ikhsan atau anak cowok lain. Hahahahaa.

Comments

Popular posts from this blog

MAKALAH TUGAS PANCASILA

KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Makalah Dekrit Presiden 5 Juli 1959”. Tak lupa shalawat dan salam selalu tercurah kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat, dan pengikut – pengikutnya sampai akhir zaman. Makalah ini ditujukan untuk memenuhi nilai mata kuliah Pancasila. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan kelemahannya, baik dalam isi maupun sistematiknya. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna sempurnanya makalah ini.  Penulis berharap makalah ini dapat memberi manfaat bagi penulis dan bagi pembaca pada umumnya.


Jakarta, 4 Oktober 2015.

Penulis

kumpulan Quotes dr novel AI

AI

Penulis: Winna Efendi

Tagline bukunya: "Cinta tak pernah lelah menanti.."

banyak quote yg aku dapet dr nove yg ditulis oleh Winna Efendi.

- "Aku membutuhkan dia, seperti dia membutuhkan ku. kami tidak terpisahkan dan ku kira selamanya akan begini.." - Sei

- "Mereka sama saja. Akhirnya mereka akan marah dan melukai ku. jika itu adalah cinta, aku tidak mau.." - Ai

- "Kemanapun kamu pergi, kesanalah aku akan pergi.." - Ai

- "Jika kau menginginkan sesuatu, kejarlah semampumu.. jangan sampai kau menyesal.." - Ibunya Sei

- "Ya, cinta. kukira konyol jika seorang perempuan mati-matian mencintai seseorang. tapi tidak juga.." - Natsu

- "Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap dibelakangmu. Suatu saat, tiba-tiba cinta menyergapmu, tanpa peringatan.." - Natsu

- "Aku mencintai Ai. Tidak tahu sejak kapan. Mungkin sejak pertama kali dia menggenggam tanganku. Aku tidak tahu mengapa, dan aku tidak tahu bagaimana. Aku hanya me…